Faktakalbar.id, PONTIANAK – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda Kota Pontianak di tengah cuaca panas terik. Api membakar lahan gambut di kawasan Jalan Perdana Ujung (Parit Juntak Dalam), Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, pada Selasa (20/1/2026).
Peristiwa ini terjadi bertepatan dengan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai peningkatan potensi kebakaran.
Berdasarkan data terbaru, satelit BMKG mendeteksi lonjakan signifikan sebanyak 155 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat pada Senin (19/1/2026).
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Karhutla di Jalan Perdana
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak bersama Polsek Pontianak Selatan bergerak ke lokasi kejadian untuk menjinakkan api.
Petugas memantau pergerakan api, mengamankan area, serta melakukan pembasahan (wetting) intensif agar kebakaran tidak meluas ke permukiman, mengingat struktur tanah gambut yang kering sangat mudah memicu penyebaran api di bawah permukaan.
Waspada Fase Kering 20-26 Januari
Kejadian di Jalan Perdana ini menjadi indikasi nyata dari peringatan BMKG. Analisis meteorologis menunjukkan bahwa sebagian wilayah Kalimantan Barat memasuki fase “Mudah Terbakar” pada periode 20 hingga 26 Januari 2026.
Data sebaran titik panas per 19 Januari mencatat Kabupaten Kubu Raya sebagai wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi yakni 42 titik, disusul Ketapang dengan 30 titik.
Sementara itu, kualitas udara di sekitar Pontianak dan Kubu Raya mulai menunjukkan fluktuasi, di mana konsentrasi partikulat PM2.5 sempat menyentuh kategori “Tidak Sehat” di wilayah Sungai Raya pada jam-jam tertentu.
Kapolsek Pontianak Selatan, Inayatun Nurhasanah, menegaskan bahwa situasi ini menuntut respons cepat dan kolaborasi lintas sektoral.
















