Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memberikan target teknis yang ketat kepada manajemen Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa.
Ia meminta tingkat kebocoran jaringan air (Non-Revenue Water) yang saat ini masih berada di angka 30,6 persen untuk segera ditekan hingga di bawah 28 persen.
Pernyataan tegas ini disampaikan Edi usai membuka Focus Group Discussion (FGD) Manajemen Risiko pada Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, meskipun sumber air melimpah, tantangan utama Pontianak adalah kualitas dan keberlanjutan distribusi, termasuk masalah pipa tua yang rawan bocor.
Baca Juga: Perumdam Tirta Khatulistiwa Umumkan Pengurasan IPA 3 Imam Bonjol, Wilayah Jl. Tanjungpura Terdampak
“Pipa Nipah Kuning yang sudah lama ditunggu diharapkan mulai beroperasi pada Februari,” ujar Edi Rusdi Kamtono memberikan batas waktu operasional infrastruktur baru tersebut.
Soroti Pencurian Air dan Koordinasi PUPR
Selain masalah teknis perpipaan, Wali Kota juga menyoroti masalah non-teknis yang merugikan, seperti pencurian air, perusakan pipa, dan tunggakan pelanggan.
















