Cuaca Ekstrem Picu Karhutla di Jalan Perdana

Cuaca ekstrem picu Karhutla di Jalan Perdana, Pontianak. Tim gabungan BPBD dan Polsek bergerak cepat padamkan api di tengah ancaman hotspot. (Dok: @polsek_pontianakselatan)
Cuaca ekstrem picu Karhutla di Jalan Perdana, Pontianak. Tim gabungan BPBD dan Polsek bergerak cepat padamkan api di tengah ancaman hotspot. (Dok: @polsek_pontianakselatan)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Cuaca panas terik tanpa hujan yang melanda Kota Pontianak dalam sepekan terakhir memicu munculnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Api melahap kawasan semak belukar di Jalan Perdana Ujung (Parit Juntak Dalam), Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, pada Selasa (20/1/2026).

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak dan Polsek Pontianak Selatan langsung bergerak ke lokasi kejadian.

Petugas memantau pergerakan api, mengamankan area sekitar, serta berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke lahan lain.

Baca Juga: Padamkan Titik Api di Selakau Tua, Polsek Selakau dan Polres Sambas Gencarkan Penanggulangan Karhutla

Kondisi lahan gambut yang mengering akibat cuaca panas ekstrem membuat api menyebar dengan cepat.

Petugas harus bekerja ekstra keras melakukan pembasahan (wetting) untuk menjangkau bara api yang bersembunyi di bawah permukaan tanah.

Fenomena ini sejalan dengan data terkini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pantauan satelit pada Senin (19/1/2026) mendeteksi lonjakan signifikan sebanyak 112 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat. Hal ini menandakan tingkat kerawanan kebakaran (Fire Danger Rating System) di Pontianak dan sekitarnya masuk dalam kategori waspada hingga berbahaya.

Kapolsek Pontianak Selatan, Inayatun Nurhasanah, menegaskan bahwa respons cepat dan sinergi antar-instansi menjadi kunci utama menghadapi ancaman ini.

“Kami bersama BPBD Kota Pontianak terus melakukan penanganan cepat di lapangan. Cuaca panas dan minimnya curah hujan membuat potensi karhutla meningkat, sehingga kewaspadaan dan kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan,” ujar AKP Inayatun Nurhasanah di sela-sela pemadaman.

Selain upaya fisik di lapangan, petugas juga gencar mengingatkan warga untuk menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar. Tindakan tersebut sangat berisiko memicu bencana kabut asap yang merugikan banyak pihak.