Faktakalbar.id, TECHNOLOGY – Sekelompok ilmuwan dari Korea Selatan baru saja mengumumkan penemuan penting yang dapat mengubah wajah industri otomotif dunia. Tim peneliti dari Pohang University of Science and Technology (POSTECH) berhasil mengembangkan teknologi baterai baru yang jauh lebih canggih.
Inovasi ini mereka yakini akan segera mengakhiri era kejayaan mobil berbahan bakar bensin.
Profesor Soojin Park memimpin tim riset ini bersama rekannya, Sungjin Cho (kandidat PhD) dan Master Fangdan Li dari Departemen Kimia POSTECH.
Baca Juga: Dukung Mobilitas Warga Sebandut, TNI dan Pemda Sinergi Pastikan Kualitas Drainase Desa
Mereka sukses memecahkan masalah pelik yang selama ini menghambat pengembangan baterai all-solid-state (ASSB).
Mengatasi Kelemahan Baterai Lama
Industri otomotif selama ini menargetkan pengembangan baterai solid-state sebagai prioritas utama karena menggunakan elektrolit padat, bukan cair.
Baterai jenis ini menawarkan keamanan lebih tinggi dan daya tahan lebih lama. Namun, para ilmuwan sebelumnya kesulitan mengatasi masalah pertumbuhan dendrit.
Dendrit merupakan kristal litium tajam menyerupai jarum yang tumbuh di dalam baterai saat proses pengisian daya. Kristal ini sering kali merusak pemisah baterai dan memicu korsleting fatal hingga kebakaran.
Tim Profesor Park menjawab tantangan tersebut dengan cerdas. Mereka menciptakan pengikat fungsional metal-filik (PVA-g-P7) untuk melindungi anoda baterai.
Zat pengikat ini bekerja dengan cara mengatur perpindahan ion litium secara merata dan mencegah pembentukan kristal tajam.














