Faktakalbar.id, PONTIANAK – Maraknya aksi vandalisme yang mengotori sejumlah sudut jalan protokol di Kota Pontianak menjadi sorotan tajam pelaku industri pariwisata.
Keberadaan coretan-coretan liar tersebut dinilai telah mencoreng estetika ibu kota Kalimantan Barat dan bertentangan dengan prinsip Sapta Pesona.
Baca Juga: 4 Tempat Wisata Pontianak Untuk Liburan Akhir Tahun
Keresahan ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) Kapuas, Herfin Yulianto.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keindahan kota, Herfin melakukan investigasi visual dan pemotretan langsung ke lapangan. Hasilnya, ditemukan sedikitnya 15 titik coretan liar yang tersebar di sembilan lokasi utama.
Mengganggu Kenyamanan Wisatawan
Kegiatan dokumentasi ini didukung oleh pihak swasta seperti Aming Coffee dan Cemerlang Pentasindo.
Tujuannya adalah memberikan masukan konkret bagi pemerintah daerah sekaligus edukasi bagi masyarakat.
Herfin, yang kerap memandu tamu mancanegara maupun domestik, mengaku sering merasa tersudut saat wisatawan mempertanyakan kondisi kotor tersebut.
Menurutnya, visual kota yang kumuh sangat mengganggu kenyamanan tamu.
















