3. Budidaya yang Tak Kenal Musim
Berbeda dengan tanaman buah yang bersifat musiman, kemangi di Pontianak Utara dipanen sepanjang tahun.
Pola tanam yang diterapkan petani di sini bersifat rotasi cepat.
Kemangi adalah tanaman yang mudah tumbuh (resilient) dan bisa dipanen berkali-kali dalam satu siklus tanam.
Hal ini menjamin ketersediaan stok di pasar Flamboyan maupun pasar Mawar hampir tidak pernah putus, kecuali saat cuaca ekstrem seperti banjir pasang air laut (rob) yang terlalu tinggi.
4. Sinergi dengan Kawasan Penyangga
Meskipun Pontianak Utara menjadi ikon pertanian kota (urban farming), kawasan ini juga didukung oleh wilayah penyangga di sekitarnya, seperti Wajok dan sebagian wilayah Sungai Kakap di Kabupaten Kubu Raya.
Namun, secara identitas, Pontianak Utara tetap menjadi “wajah” utama pertanian sayur mayur bagi masyarakat Kota Pontianak.
Julukan “Kampung Sayur” pun sering disematkan pada beberapa gang di kawasan Siantan karena hampir setiap pekarangan rumah dimanfaatkan untuk bercocok tanam.
Jadi, saat Anda menyantap lalapan kemangi yang wangi di warung favorit nanti malam, ingatlah bahwa ada kerja keras para petani di Pontianak Utara yang memastikan piring Anda tetap hijau dan berselera.
Baca Juga: Sering Bikin Bingung, 5 Makanan Ini Sebenarnya Buah Bukan Sayur
(Mira)
















