Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Bagi pencinta kuliner di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak, kehadiran daun kemangi di piring saji adalah sebuah keharusan.
Mulai dari pelengkap pecel lele, pendamping sambal terasi, hingga penyedap aroma pada bubur pedas, tanaman bernama latin Ocimum basilicum ini memegang peranan vital.
Namun, pernahkah Anda bertanya dari mana ribuan ikat kemangi segar yang membanjiri pasar-pasar tradisional di Pontianak setiap paginya berasal? Jawabannya mengarah pada satu kawasan utama: Pontianak Utara.
Kawasan ini secara de facto dikenal sebagai “kota” atau sentra penghasil kemangi dan sayuran daun terbesar yang menopang kebutuhan pangan ibu kota provinsi.
Baca Juga: Stop Rebus Sayuran Ini! 5 Jenis Sayur yang Justru Lebih Sehat Jika Dimakan Mentah
Berikut adalah fakta menarik mengapa Pontianak Utara layak disebut sebagai rajanya kemangi di Kalbar.
1. Lumbung Sayur di Tanah Gambut
Kecamatan Pontianak Utara, khususnya di wilayah Siantan Hilir dan Siantan Hulu, memiliki karakteristik tanah gambut yang unik.
Meskipun sering dianggap lahan marginal, tanah jenis ini justru sangat cocok untuk budidaya tanaman hortikultura berumur pendek seperti kemangi, bayam, dan sawi.
Para petani lokal telah menguasai teknik pengolahan lahan gambut selama puluhan tahun, menjadikan kawasan ini sangat produktif. Tidak heran jika pasokan kemangi dari sini selalu tampak hijau segar dan beraroma kuat.
2. Memasok Kebutuhan Kuliner Kota
Tingginya menjamurnya usaha kuliner malam seperti warung lamongan dan restoran seafood di Pontianak dan Kubu Raya menciptakan permintaan kemangi yang masif.
Pontianak Utara memegang peran strategis karena lokasinya yang dekat dengan pusat kota.
Jarak tempuh yang singkat memungkinkan kemangi didistribusikan segera setelah panen subuh, menjaga kualitas daun tetap prima (fresh) saat sampai di tangan konsumen.
















