“Penyelarasan antara nilai-nilai luhur Tri Brata dan Catur Prasetya dengan momentum Hari Kesadaran Nasional merupakan pondasi dalam memperkuat jati diri Polri sebagai Abdi Negara,” tegas Bambang.
Ia menjelaskan secara rinci perbedaan fungsi kedua pedoman tersebut. Pemahaman yang mendalam terhadap keduanya diharapkan berdampak langsung pada output kinerja di lapangan, khususnya dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga.
“Sebagai pedoman kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tribrata dan Catur Prasetya merupakan fondasi etika dan moral yang sangat sakral. Tribrata berfungsi sebagai pedoman hidup, sementara Catur Prasetya berfungsi sebagai pedoman kerja,” pungkasnya.
Komitmen Melindungi
Melalui penguatan nilai-nilai tersebut dalam upacara rutin ini, Polda Kalbar menargetkan adanya peningkatan integritas dan loyalitas personel.
Tujuannya adalah memastikan kesiapan seluruh jajaran dalam menghadapi dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang terus berkembang.
Baca Juga: Pimpin Apel Perdana, Kabid Humas Polda Kalbar Tekankan Sinergi Media dan Layanan Informasi Publik
Dedikasi personel sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan harus termanifestasi dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan.
Oleh karena itu, pelayanan masyarakat yang humanis namun tegas tetap menjadi prioritas utama Polda Kalbar di tahun 2026 ini.
(*Red)
















