“Jadi, marilah kita belajar sesuatu itu jangan selalu nanti kalau begini bagaimana, nanti kalau begini bagaimana. Tidak ketemu nanti inti masalahnya,” kata Prasetyo di Istana Negara, Kamis (08/01).
Akademisi peneliti terorisme turut mengingatkan bahwa kekerasan hanyalah ekspresi akhir dari terorisme, sementara proses radikalisasi terjadi dalam jangka panjang di lingkungan sosial.
Oleh karena itu, penanganan terorisme seharusnya dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya mengandalkan pendekatan militeristik.
(fr)
















