BNPB Rilis Data Bencana 18-19 Januari: Banjir dan Angin Kencang Dominasi Wilayah Indonesia

Kondisi rumah warga yang rusak akibat angin kencang di Kecamatan Alak dan Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (17/1). Sumber foto: BPBD Kota Kupang
Kondisi rumah warga yang rusak akibat angin kencang di Kecamatan Alak dan Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (17/1). (Dok: HO/Faktakalbar.id)

Angin Kencang di Bali dan NTT

Selain banjir, angin kencang juga dilaporkan terjadi di wilayah lain. Di Provinsi Bali, angin kencang disertai hujan sedang melanda Desa Penyaringan, Kabupaten Jembrana, pada Minggu sore (18/1).

Sebanyak 14 unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap, namun warga telah melakukan perbaikan secara mandiri.

Cuaca ekstrem juga menerjang Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (17/1). Angin kencang mengakibatkan kerusakan rumah warga di Kecamatan Alak dan Kota Raja.

Rincian kerusakan meliputi 5 unit rusak berat, 3 unit rusak sedang, dan 5 unit rusak ringan, sementara 4 unit lainnya masih dalam penilaian.

Baca Juga: Atasi Banjir Tahunan di Kudus, Kepala BNPB: Normalisasi Sungai Juwana Jadi Kunci

Imbauan Mitigasi Bencana

Menyikapi rentetan kejadian ini, BNPB mengingatkan bahwa Indonesia tengah memasuki puncak musim hujan. Pemerintah daerah dan masyarakat diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“Langkah-langkah mitigasi dan pencegahan harus dilakukan sejak dini oleh semua pihak, antara lain pemahaman warga pada jalur evakuasi, kesiapan perlengkapan dan peralatan pendukung, tempat pengungsian dan tas siaga bencana yang disiapkan setiap keluarga,” tulis laporan resmi BNPB.

BNPB berharap masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya bencana hidrometeorologi susulan guna meminimalisir risiko kerugian materi maupun jiwa.

(*Red)