5 Fakta Borneo Shinbun, Koran Propaganda Jepang di Kalimantan Barat

"Menelusuri jejak Borneo Shinbun, satu-satunya media massa yang diizinkan terbit di Kalimantan Barat era pendudukan Jepang. Simak fakta sejarahnya di sini."
Menelusuri jejak Borneo Shinbun, satu-satunya media massa yang diizinkan terbit di Kalimantan Barat era pendudukan Jepang. Simak fakta sejarahnya di sini. (Dok. Ist)

3. Alat Utama Propaganda “Asia Timur Raya”

Tujuan utama koran ini bukanlah jurnalisme yang objektif, melainkan propaganda.

Setiap halaman dipenuhi dengan semboyan-semboyan “Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya” dan glorifikasi kekuatan militer Jepang.

Berita kekalahan Jepang di Pasifik sering kali ditutupi atau diperhalus bahasanya. Sebaliknya, setiap keberhasilan kecil tentara Jepang dibesar-besarkan untuk menjaga moral penduduk agar tetap patuh dan mau membantu upaya perang Jepang (Romusha).

4. Sarana “Nipponisasi” Masyarakat

Borneo Shinbun juga berfungsi sebagai media pendidikan massal untuk menanamkan budaya Jepang.

Di dalam koran ini sering dimuat pelajaran bahasa Jepang sederhana (Nippon-go), pengenalan huruf Katakana, serta ajakan untuk melakukan Seikerei (membungkuk ke arah matahari terbit/Istana Kaisar).

Hal ini dilakukan untuk menghapus pengaruh budaya Barat (Belanda) yang sudah lama melekat dan menggantikannya dengan nilai-nilai kesetiaan ala Jepang (Bushido).

5. Arsip Sejarah yang Langka

Hari ini, eksemplar asli Borneo Shinbun edisi Pontianak menjadi barang yang sangat langka dan berharga bagi para sejarawan.

Koran ini menjadi bukti fisik bagaimana kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Kalbar diatur secara ketat di bawah telunjuk militer asing.

Isi beritanya, meskipun penuh propaganda, tetap memberikan petunjuk tersirat mengenai kondisi kelaparan, kerja paksa, dan situasi mencekam yang melanda Kalimantan Barat sebelum akhirnya Jepang menyerah pada Sekutu di tahun 1945.

Mengenang Borneo Shinbun adalah pengingat betapa mahalnya nilai kebebasan pers yang kita nikmati hari ini. Sejarah mencatat, ketika informasi dikendalikan oleh satu tangan kekuasaan, kebenaran sering kali menjadi korban pertama.

Baca Juga: 5 Film Tentang Penguin Terbaik Sepanjang Masa: Dari yang Kocak hingga Mengharukan

(Mira)