Tembus Medan Sulit, TNI AU Terjunkan Pasukan Khusus ke Lokasi Jatuhnya ATR 42-500

Prajurit Korpasgat TNI AU bersiap di dalam kabin helikopter H225M Caracal untuk misi evakuasi di Gunung Bulusaraung. (Dok. TNI AU)
Prajurit Korpasgat TNI AU bersiap di dalam kabin helikopter H225M Caracal untuk misi evakuasi di Gunung Bulusaraung. (Dok. TNI AU)

Faktakalbar.id, MAROS – TNI Angkatan Udara (TNI AU) bergerak cepat menindaklanjuti temuan titik jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT).

Baca Juga: Puing ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Bulusaraung, Basarnas Pastikan Kondisi Hancur

Menggunakan helikopter H225M Caracal, TNI AU menerjunkan pasukan elit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) langsung ke lokasi kejadian di kawasan pegunungan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/01/26).

Operasi ini dilakukan setelah tim pencarian udara yang melibatkan helikopter H225M Caracal dari Skadron Udara 8 dan pesawat Boeing 737-200 dari Skadron Udara 5 berhasil mengidentifikasi koordinat pasti jatuhnya pesawat.

Setelah lokasi terkonfirmasi, TNI AU segera melakukan deployment personel.

Sebanyak lima prajurit Korpasgat bersama satu personel Basarnas diturunkan menggunakan teknik rappelling atau pendaratan taktis dari helikopter H225M Caracal.

Setibanya di titik jatuhnya pesawat, tim aju ini langsung mengamankan area dan menyiapkan langkah awal proses evakuasi.

Tak hanya gempuran dari udara, TNI AU juga memperkuat operasi di darat.

Baca Juga: Optimalkan Jalur Darat dan Udara, BNPB Salurkan 14,78 Ton Bantuan Logistik ke Aceh

Prajurit gabungan yang terdiri dari personel Lanud Sultan Hasanuddin, Batalyon Komando 466 (Yonko 466) Pasgat, dan Batalyon Arhanud (Yon Arhanud) 23 Korpasgat telah diterjunkan.

Tim darat ini bergerak menyisir medan ekstrem bersama unsur SAR lainnya dan masyarakat setempat untuk mempercepat akses evakuasi.

Pihak TNI AU menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penuh operasi kemanusiaan ini.

Sinergi antara kekuatan udara dan darat diharapkan dapat mempercepat proses penanganan korban dan membantu otoritas terkait dalam investigasi lanjutan di lokasi kejadian.

(fr)