“Inflasi yang terlalu tinggi akan menurunkan daya beli masyarakat, sementara inflasi yang terlalu rendah juga berdampak pada pendapatan petani. Oleh karena itu, keseimbangan harga menjadi kunci,” terangnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Edi mengajak mahasiswa untuk bersinergi mewujudkan infrastruktur dan lingkungan kota yang humanis.
Ia menjelaskan visi pembangunan periode keduanya bersama Wakil Wali Kota Bahasan, yang menekankan pada kota yang hijau, bersih, dan nyaman, serta adaptif terhadap kondisi geografis Pontianak yang dibelah Sungai Kapuas.
Melalui tema Mubes “Regenerasi Organisasi Kota Pontianak dalam Mewujudkan Kepemimpinan yang Progresif”, Edi berharap HIMAPON tidak hanya menjadi wadah berorganisasi, tetapi juga laboratorium kepemimpinan yang peka terhadap isu-isu pembangunan kota.
“Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta turut berkontribusi dalam pembangunan Kota Pontianak ke depan,” pungkasnya.
(fr)
















