Faktakalbar.id, BENGKAYANG – Sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah terus diperkuat demi kesejahteraan masyarakat.
Personel Kodim 1209/Bengkayang, Sertu Herkules, terjun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring evaluasi pembangunan infrastruktur di Dusun Moton Bulian, Desa Sebandut, Kecamatan Capkala, Kabupaten Bengkayang, Sabtu (17/1/2026).
Baca Juga: Cegah Penyimpangan, Proyek Drainase dan Box Culvert di Capkala Bengkayang Diinspeksi
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mengawal pembangunan fasilitas umum.
Fokus utama kegiatan adalah memastikan pembangunan saluran drainase dan jembatan box culvert dapat berfungsi optimal bagi kebutuhan warga.
Kunci Kelancaran Ekonomi Warga
Pihak Kodim menyadari bahwa infrastruktur desa merupakan urat nadi perekonomian masyarakat.
Oleh karena itu, TNI memastikan hasil pembangunan memiliki kualitas yang baik agar akses jalan tidak terputus dan aliran air lancar, khususnya saat curah hujan tinggi.
“Pendampingan ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat serta dukungan terhadap program pemerintah daerah. Keterlibatan TNI dalam pengawasan infrastruktur diharapkan dapat meminimalisir potensi penyimpangan dan memastikan proyek selesai tepat waktu,” ujar perwakilan Kodim 1209/Bengkayang.
Apresiasi Masyarakat
Kehadiran TNI yang aktif dalam proses monitoring evaluasi ini mendapat respons positif dari warga Desa Sebandut.
Baca Juga: Tradisi Potong Pantan Sambut Pangdam XII Tanjungpura Baru di Kubu Raya
Masyarakat merasa lebih tenang dan yakin bahwa fasilitas yang dibangun di desa mereka akan memiliki kualitas yang baik dan awet.
“Kerja sama yang solid antara aparat kewilayahan dan instansi terkait menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan infrastruktur pedesaan. Diharapkan fasilitas umum berupa drainase dan box culvert tersebut dapat segera difungsikan secara maksimal untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” lanjut pernyataan tersebut.
Dengan infrastruktur yang memadai, mobilitas warga untuk mengangkut hasil bumi dan aktivitas sehari-hari diharapkan tidak lagi terkendala oleh kondisi jalan atau banjir.
(Natash)
















