Baca Juga: BNPB Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca di Tiga Provinsi Sumatra
Kepala BNPB menegaskan bahwa tujuan operasi ini bukan untuk menghentikan hujan sepenuhnya, melainkan menurunkan intensitasnya.
“Tapi tetap hujannya akan ada tapi tidak seekstrem yang terjadi empat hari yang lalu,” jelasnya.
Ia pun optimis upaya teknologi ini dapat membantu proses pemulihan wilayah terdampak dalam beberapa hari ke depan.
“Jadi untuk yang OMC ini, kita akan melaksanakan terus. Mudah-mudahan dalam waktu beberapa hari ke depan, kalau memang hujannya tidak berhenti secara total, paling tidak bisa dikurangi,” harap Suharyanto.
Puluhan Ton Garam Disemai
Berdasarkan data operasional pada hari ini (17/1), pesawat jenis Cessna telah melakukan 5 sorti penerbangan dengan menebarkan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) seberat 4.000 kg dan Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 1.000 kg.
Sementara itu, satu pesawat lainnya menebar 5.000 kg NaCl dalam 5 sorti.
Secara akumulatif sejak awal operasi, kedua pesawat tersebut telah melakukan total 21 sorti penerbangan.
Sebanyak 21.000 kg bahan semai telah ditaburkan di langit Jawa Tengah untuk memecah konsentrasi awan hujan di wilayah target.
Baca Juga: Dukung Evakuasi Longsor Cilacap, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca
Kunjungan ke Pati dan Demak
Selain memantau operasi udara, Kepala BNPB beserta rombongan juga melakukan peninjauan langsung di darat.
Setelah rapat koordinasi dengan Bupati dan Forkopimda Pati, rombongan mengunjungi pos pengungsian di Balai Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati, untuk menyalurkan bantuan logistik.
Kunjungan dilanjutkan ke Desa Gajah, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak. Di lokasi ini, Suharyanto meninjau upaya pemompaan air di titik luapan sungai dan menyerahkan bantuan kepada warga setempat.
BNPB memastikan dukungan penuh, baik berupa bantuan logistik, personel pos komando, hingga teknologi modifikasi cuaca, terus berjalan untuk penanganan bencana di Jawa Tengah.
(*Red)
















