Landak  

Air Sungai Keruh dan Berlumpur, Warga Desa Meranti Mengeluh Sungai Moro Behe Tercemar Limbah Dompeng

kondisi air sungai yang berubah keruh dan berlumpur akibat aktivitas pertambangan ilegal di bagian hulu, membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.
Kondisi air sungai yang berubah keruh dan berlumpur akibat aktivitas pertambangan ilegal di bagian hulu, membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LANDAK – Masyarakat Desa Meranti, Kecamatan Meranti, Kabupaten Landak, menyuarakan keluhan mereka terkait kondisi lingkungan yang semakin memburuk dalam beberapa hari terakhir.

Sumber air utama warga, yakni Sungai Moro Behe 1, kini dilaporkan dalam kondisi tercemar limbah dompeng akibat maraknya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah hulu.

Baca Juga: Sungai Tercemar PETI Ilegal: Warga Sekadau Hulu Bertindak, Hancurkan Alat Tambang di Sungai Ntorap

Perubahan kondisi air sungai ini sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari warga setempat.

Sungai yang sebelumnya jernih dan menjadi tumpuan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), kini berubah warna menjadi keruh pekat dan berlumpur sehingga tidak layak digunakan.