“Pelayanan yang diberikan harus berangkat dari hati yang bersih, niat yang tulus, serta semangat kebersamaan untuk mewujudkan Kota Pontianak yang maju, sejahtera, dan membahagiakan,” tegasnya.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Edi berharap momentum ini menjadi sarana introspeksi diri bagi para pegawai.
Ia juga menyinggung tantangan era digital yang semakin kompleks, di mana masyarakat menuntut pelayanan yang cepat dan paripurna.
Oleh karena itu, kapasitas teknis, mental, dan spiritual ASN harus terus ditingkatkan agar kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya.
Acara peringatan Isra Mikraj tersebut ditutup dengan tausiah agama yang disampaikan oleh penceramah Wajidi Sayadi.
(fr)
















