Menag Serukan Pertobatan Ekologis di Peringatan Isra Mikraj

Menag Nasaruddin Umar menyerukan pertobatan ekologis saat Isra Mikraj. Ia meminta umat Islam berhenti merusak alam dan mulai merawat bumi. (Dok. Ist)
Menag Nasaruddin Umar menyerukan pertobatan ekologis saat Isra Mikraj. Ia meminta umat Islam berhenti merusak alam dan mulai merawat bumi. (Dok. Ist)

“Menjadi khalifah berarti menjaga amanah, bukan menguasai bumi secara serakah. Karena itu, Isra Mikraj layak menjadi momentum pertobatan ekologis. Berhenti merusak, mulai merawat, dan menghadirkan rahmat bagi alam semesta,” ujar Nasaruddin.

Lebih lanjut, Nasaruddin menghubungkan kualitas ibadah salat dengan perilaku menjaga lingkungan sehari-hari.

Ia meyakini bahwa spiritualitas yang tinggi seharusnya berdampak langsung pada tindakan nyata dalam merawat bumi.

“Spirit langit yang kita rayakan seharusnya menjelma menjadi aksi bumi. Salat yang khusyuk semestinya melahirkan sikap hemat air, cinta kebersihan, dan keengganan merusak alam,” tambahnya.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, turut hadir dan mendukung penuh seruan tersebut.

Baca Juga: Darurat Ekologis: Indonesia Masuk 5 Besar Dunia Kehilangan Hutan, 32 Juta Hektare Lenyap

Ia memandang kerusakan alam yang terjadi saat ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah Tuhan yang seharusnya dijaga oleh manusia.

Pemerintah berharap momentum Isra Mikraj ini dapat memicu kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup.

(*Sari)