Ini bukan sekadar lelucon kartun, tetapi referensi cerdas dari mendiang kreator Stephen Hillenburg yang merupakan ahli biologi laut.
Di dunia nyata, paus memakan plankton. Jadi, ketakutan Plankton terhadap Pearl adalah insting alamiah untuk bertahan hidup.
5. Pengisi Suaranya Juga Mengisi Suara Larry the Lobster
Di versi bahasa Inggris, suara berat dan bossy Plankton diisi oleh Doug Lawrence (Mr. Lawrence).
Uniknya, Mr. Lawrence juga mengisi suara karakter yang bertolak belakang dengan Plankton, yaitu Larry the Lobster yang kekar dan populer.
6. Ukuran Tubuh yang Sesuai Fakta Ilmiah
Sesuai namanya, Plankton digambarkan sangat kecil, bahkan bisa diinjak dengan mudah.
Ini akurat secara biologis karena copepod (jenis plankton yang menjadi inspirasi karakter ini) memang merupakan organisme mikroskopis.
Meski kecil, ambisinya untuk menguasai dunia melebihi ukuran tubuhnya.
7. Makanan di Restorannya Benar-benar “Sampah”
Restoran Plankton bernama Chum Bucket.
Dalam istilah perikanan, “Chum” adalah potongan-potongan ikan, tulang, dan darah yang digunakan sebagai umpan hiu.
Jadi secara harfiah, Plankton mencoba memberi makan penduduk Bikini Bottom dengan sisa-sisa potongan ikan lain.
Tidak heran restorannya selalu sepi!
Plankton mengajarkan kita bahwa ukuran tubuh bukanlah penghalang untuk bermimpi besar, meskipun mimpi itu adalah mencuri resep burger.
Di balik sifat jahatnya, Plankton adalah karakter kompleks yang cerdas, pantang menyerah, dan sangat menghibur.
Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Kita Perlu Menonton Spongebob? Lebih dari Sekadar Kartun Biasa
(Mira)













