Tanda Es Melemah
Warna biru ini muncul karena lapisan es di permukaan mulai mencair dan kehilangan kepadatannya.
Air lelehan tersebut kemudian menumpuk di bagian yang cekung. Ted Scambos, seorang ahli iklim dari University of Colorado Boulder, menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan tanda bahaya bagi keutuhan gunung es tersebut.
“Kolam air yang terlihat menunjukkan struktur es telah melemah secara signifikan dan proses pecahnya gunung es semakin cepat,” ujar Ted Scambos.
Sempat Tersangkut 40 Tahun
Perjalanan gunung es ini cukup panjang. Sejarah mencatat bahwa bongkahan raksasa ini pertama kali lepas dari induknya pada tahun 1986. Namun, ia tidak langsung hanyut, melainkan tersangkut di dasar laut selama hampir 40 tahun.
Baru pada tahun 2020, gunung es ini berhasil lepas dan mulai mengapung bebas mengikuti arus laut.
Chris Shuman, peneliti yang mengamati sejarah gunung es ini, menilai perubahan warna menjadi biru saat ini adalah bukti nyata dampak lingkungan.
Baca Juga: Jalan Gunung Ulin Banjar Longsor Akibat Aktivitas Galian
Fisik gunung es mengalami kerusakan parah karena terus bergerak ke perairan yang suhunya lebih hangat.
Kini, bongkahan-bongkahan besar terus terlepas dari tubuh utamanya. Kejadian ini menjadi bukti nyata bagi masyarakat dunia mengenai dampak perubahan iklim yang membuat es di kutub semakin cepat mencair.
(*Sari)














