Dukung Perluasan ETLE, Wagub Kalbar: Ini Solusi Tertib Lalu Lintas dan Genjot Pajak Daerah

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, saat menerima audiensi Dirlantas Polda Kalbar, Kombes Pol Valentinus Asmoro, di Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (14/1), guna membahas optimalisasi tilang elektronik.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, saat menerima audiensi Dirlantas Polda Kalbar, Kombes Pol Valentinus Asmoro, di Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (14/1), guna membahas optimalisasi tilang elektronik. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menerima kunjungan kerja Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalbar, Kombes Pol Valentinus Asmoro, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (14/1/2026).

Pertemuan ini membahas rencana strategis terkait perluasan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) atau tilang elektronik hingga ke tingkat kabupaten dan kota di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Baca Juga: Pantau Lalu Lintas Realtime, Dishub Pontianak Tambah Titik CCTV di Jalan Tanjungpura-Diponegoro

Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi sistem pengawasan digital ini.

Krisantus menilai bahwa sistem ETLE memiliki fungsi ganda yang sangat vital, yakni sebagai instrumen penegakan hukum lalu lintas sekaligus alat bantu untuk mengoptimalkan pendapatan daerah melalui pajak kendaraan.

“ETLE ini bukan sekadar alat penindakan pelanggaran lalu lintas, ini adalah sistem yang membangun budaya tertib di jalan sekaligus mendorong masyarakat lebih patuh membayar pajak kendaraan,” kata Krisantus Kurniawan.

Deteksi Kendaraan Penunggak Pajak

Krisantus menyoroti masih banyaknya kendaraan yang beroperasi di jalan raya dengan status pajak mati atau menggunakan plat nomor yang tidak valid.

Melalui sistem kamera yang terintegrasi, perluasan ETLE akan memudahkan pemantauan data kendaraan secara real-time.

“Dengan ETLE, kendaraan yang pajaknya mati, platnya sudah lama tidak aktif, atau melanggar aturan lalu lintas bisa langsung terdeteksi, ini akan mendorong pemilik kendaraan untuk segera menertibkan administrasi kendaraannya,” ungkapnya.

Jika sistem ini berjalan masif di seluruh kabupaten/kota, Krisantus optimis akan terjadi dampak positif ganda (multiplier effect).

Keselamatan pengguna jalan meningkat, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor juga akan bertambah.

“Kalau masyarakat tertib lalu lintas dan tertib pajak, maka daerah juga akan diuntungkan. PAD meningkat, pelayanan publik bisa kita perbaiki, dan keselamatan di jalan raya juga lebih terjamin,” ujarnya.

Transparansi Penegakan Hukum

Selain aspek ekonomi, Wakil Gubernur juga menekankan sisi objektivitas dari sistem tilang elektronik. Penegakan hukum berbasis teknologi dinilai lebih adil dan transparan karena minim intervensi manusia di lapangan.

“Penegakan hukum dengan ETLE ini adil, karena yang bicara adalah data dan kamera, siapapun yang melanggar akan tercatat, tanpa pandang bulu,” tuturnya.

Menutup arahannya, Krisantus menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk bersinergi dengan kepolisian dan pemerintah daerah tingkat II guna merealisasikan program ini.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Kalbar sangat mensupport program ETLE ini. Kami siap bersinergi dengan Polda, Pemerintah Kab/Kota, dan instansi terkait agar sistem ini dapat berjalan dengan optimal di seluruh Kalbar,” tegas Krisantus.

Baca Juga: Dishub Pontianak Hadirkan Siaran Langsung CCTV Realtime Lalu Lintas di YouTube

Strategi Polda Kalbar

Sementara itu, Dirlantas Polda Kalbar, Kombes Pol Valentinus Asmoro, menyambut baik dukungan tersebut.

Ia menyatakan bahwa penguatan sistem ini memang dirancang untuk mendisiplinkan pengguna jalan sekaligus membantu pemerintah daerah.

“Melalui ETLE, kami tidak hanya menindak pelanggaran lalu lintas, tetapi juga dapat memonitor kendaraan yang tidak membayar pajak atau menggunakan plat nomor yang tidak sesuai. Sistem ini dapat membantu kami dan pemerintah daerah dalam mewujudkan ketertiban dan kepatuhan masyarakat,” ucap Valentinus.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk segera memperluas jangkauan kamera pengawas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

“Kami siap bekerja sama agar ETLE dapat terpasang dan berfungsi maksimal di seluruh wilayah Kalbar, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya.

(*Red)