Perusahaan Hashim Ambil Alih Proyek Gas Natuna

Ilustrasi - Perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo, adik dari Presiden Subianto, mengambil alih 75% proyek gas Natuna. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Perusahaan milik Hashim Djojohadikusumo, adik dari Presiden Subianto, mengambil alih 75% proyek gas Natuna. (Dok. Ist)

“Kami antusias untuk membawa pengembangan ini ke tahap berikutnya dan berkontribusi pada pasokan energi domestik Indonesia yang sangat dibutuhkan,” kata Miltos.

Nantinya, gas dari Natuna ini tidak akan diekspor, melainkan untuk kebutuhan dalam negeri. Rencananya, gas tersebut akan mengalir ke PLN untuk pembangkit listrik.

Meski Arsari Group memegang kendali mayoritas, anak usaha Conrad tetap memegang sisa 25 persen saham dan bertugas sebagai operator teknis di lapangan.

Baca Juga: Hashim Bantah Prabowo Punya Lahan Sawit di Sumatera

Arsari Group juga berkomitmen menanggung biaya pengembangan proyek hingga gas benar-benar mengalir.

Targetnya, proses administrasi jual-beli ini selesai pada pertengahan tahun 2026. Setelah itu, kedua perusahaan akan mengebut pengerjaan agar gas bisa keluar pada akhir tahun 2027.

(*Sari)