Kerugian Capai Rp20 Miliar, Pemkab Bengkayang Lakukan Inventarisasi Aset Pasar Seluas

Kondisi sisa bangunan kios dan ruko yang hangus terbakar di kawasan Pasar Seluas. Pemerintah daerah kini tengah melakukan pendataan aset untuk perencanaan pembangunan ulang.
Kondisi sisa bangunan kios dan ruko yang hangus terbakar di kawasan Pasar Seluas. Pemerintah daerah kini tengah melakukan pendataan aset untuk perencanaan pembangunan ulang. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, BENGKAYANG – Musibah kebakaran di Kecamatan Seluas pada Sabtu (3/1/2026) lalu mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp20 miliar.

Api menghanguskan sedikitnya 21 unit kios dan ruko di kawasan pasar hingga area terminal. Merespons hal ini, Pemerintah Kabupaten Bengkayang segera melakukan inventarisasi aset sebagai langkah awal penataan ulang kawasan tersebut.

Baca Juga: Kebakaran Pasar Seluas Hanguskan 21 Ruko, Aktivitas Ekonomi Lumpuh Total

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, menyatakan bahwa pendataan aset pemerintah daerah di lokasi kejadian sangat krusial. Proses ini melibatkan Camat Seluas, Kepala Desa, serta unsur TNI dan Polri setempat untuk mendapatkan data yang akurat.

“Hasil peninjauan lapangan dan inventarisasi aset ini akan kita bahas kembali dalam rapat. Dari situ akan ditetapkan konsep dan tahapan pembangunan Pasar Seluas agar lebih rapi, tertib dan aman,” ujar Bupati, Selasa.

Momentum Perbaikan Tata Kelola

Insiden yang disebabkan oleh kondisi bangunan yang rapat dan material mudah terbakar ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah.

Bupati menyebut, kebakaran Pasar Seluas harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola pasar tradisional secara menyeluruh.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Pasar Seluas Bengkayang Sabtu Petang

Ke depan, pasar akan dibangun dengan konsep yang lebih terintegrasi. Pemerintah akan memperhatikan aspek keselamatan (safety), kenyamanan pengunjung, serta penataan zonasi pedagang yang lebih teratur.

“Pemerintah daerah menargetkan pasar dibangun dengan konsep yang lebih terintegrasi, memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, serta penataan zonasi pedagang,” tambahnya.

Melalui inventarisasi dan perencanaan yang matang, diharapkan insiden serupa tidak terulang kembali dan pasar dapat berfungsi lebih optimal dari sebelumnya.

(*Red)