“Real Madrid mengumumkan bahwa Xabi Alonso tidak lagi menjadi pelatih tim utama. Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara pihak klub dan sang pelatih,” bunyi pernyataan resmi klub yang dikutip dari laman resminya.
Meskipun kerja sama berakhir lebih cepat, Real Madrid tetap memberikan apresiasi tinggi kepada Alonso. Pihak klub menegaskan bahwa status Alonso sebagai legenda tidak akan luntur meski ia tidak lagi menjabat sebagai pelatih.
“Klub menegaskan bahwa Alonso akan selalu mendapat tempat istimewa di hati para Madridista, mengingat statusnya sebagai legenda Los Blancos yang senantiasa merepresentasikan nilai-nilai klub. Real Madrid akan selalu menjadi rumah baginya,” tambah pernyataan tersebut.
Tren Negatif Pasca Kekalahan Liverpool
Pemecatan ini tidak lepas dari rentetan hasil kurang memuaskan yang dialami Real Madrid. Selain gagal di Piala Super Spanyol pada Senin (12/1/2026), posisi Madrid di klasemen LaLiga juga menjadi sorotan karena tertinggal empat poin dari Barcelona.
Alonso sejatinya memulai karier di Santiago Bernabeu dengan catatan impresif sejak ditunjuk pada 1 Juni 2025. Berbekal prestasi ganda domestik bersama Bayer Leverkusen, ia membawa Madrid meraih 13 kemenangan dari 14 laga awal di semua kompetisi.
Baca Juga: Update Transfer Marcos Senesi: Bek Bournemouth Jadi Rebutan Real Madrid, Barcelona, dan Juventus
Namun, momentum positif tersebut mulai runtuh setelah kekalahan 0-1 dari Liverpool pada 4 November 2025.
Sejak saat itu, performa tim menjadi tidak stabil dengan hanya meraih dua kemenangan dalam delapan pertandingan selanjutnya.
Meskipun sempat mencatatkan lima kemenangan beruntun baru-baru ini, kekalahan di final melawan Barcelona menjadi penentu akhir nasib Xabi Alonso di kursi pelatih.
(*Red)
















