Para pengguna jalan dipaksa melakukan manuver berbahaya, meliuk-liuk mencari celah sempit di pinggiran jalan yang masih sedikit rata, demi menghindari jebakan lubang dan licinnya bebatuan lepas.
Lurah Kedabang, Huda Muttaqin, tidak menampik realita kerusakan infrastruktur aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang tersebut. Saat dikonfirmasi, ia mengakui bahwa kondisi jalan memang sudah hancur lebur dan sulit dilalui.
“Jalan tersebut saat ini memang dalam kondisi rusak, berlubang-lubang dan hampir semuanya sudah hancur. Kendaraan sangat sulit melintas dengan mulus karena harus berkelok-kelok menghindari lubang yang cukup banyak,” ungkap Huda, Jumat (9/1/2026).
Ironisnya, di tengah kondisi fisik jalan yang mendesak untuk diperbaiki demi keselamatan warga, solusi taktis belum tersedia.
Huda menyebutkan bahwa perbaikan jalan ini baru akan dimasukkan sebagai prioritas usulan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2026.
Hal ini mengindikasikan bahwa perbaikan jalan tersebut masih harus menempuh jalur birokrasi panjang mulai dari usulan tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten sebelum anggaran fisik benar-benar turun.
“Dalam rapat staf serta rapat bersama RT dan RW, perbaikan jalan ini sudah menjadi keinginan seluruh warga Kedabang untuk diprioritaskan dalam Musrenbang,” tambahnya.
Selama proses administratif tersebut berjalan, warga Sungai Putih tampaknya masih harus bertaruh nyawa melintasi jalanan yang rusak parah tersebut tanpa kepastian kapan alat berat akan turun melakukan perbaikan.
Baca Juga: Lakalantas Antara Mobil Travel dan Motor di Jalan Sintang-Putussibau Memakan Korban Jiwa
(Mira)
















