Faktakalbar.id, SINTANG — Kondisi infrastruktur di Kelurahan Kedabang, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, kini berada dalam taraf yang sangat memprihatinkan.
Jalan Sungai Putih, yang menjadi akses vital warga, tak lagi menampakkan wujud jalan layak, melainkan lebih menyerupai jalur bebatuan yang terbengkalai.
Berdasarkan pantauan visual di lokasi, lapisan permukaan rabat beton di jalan tersebut telah hancur dan terkelupas parah.
Kerusakan ini menyisakan hamparan agregat bebatuan kasar dan tajam yang memenuhi badan jalan.
Baca Juga: Jalan Sintang-Merakai Kerap Banjir 1 Meter, Warga Terpaksa Bayar Rakit Rp 20 Ribu
Situasi semakin berbahaya saat hujan turun; lubang-lubang besar yang menganga di tengah jalan berubah menjadi kubangan air keruh, menyamarkan kedalaman lubang yang siap menjebak pengendara roda dua maupun roda empat.
Para pengguna jalan dipaksa melakukan manuver berbahaya, meliuk-liuk mencari celah sempit di pinggiran jalan yang masih sedikit rata, demi menghindari jebakan lubang dan licinnya bebatuan lepas.
Lurah Kedabang, Huda Muttaqin, tidak menampik realita kerusakan infrastruktur aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang tersebut. Saat dikonfirmasi, ia mengakui bahwa kondisi jalan memang sudah hancur lebur dan sulit dilalui.
“Jalan tersebut saat ini memang dalam kondisi rusak, berlubang-lubang dan hampir semuanya sudah hancur. Kendaraan sangat sulit melintas dengan mulus karena harus berkelok-kelok menghindari lubang yang cukup banyak,” ungkap Huda, Jumat (9/1/2026).
Ironisnya, di tengah kondisi fisik jalan yang mendesak untuk diperbaiki demi keselamatan warga, solusi taktis belum tersedia.
Huda menyebutkan bahwa perbaikan jalan ini baru akan dimasukkan sebagai prioritas usulan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2026.
Hal ini mengindikasikan bahwa perbaikan jalan tersebut masih harus menempuh jalur birokrasi panjang mulai dari usulan tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten sebelum anggaran fisik benar-benar turun.
“Dalam rapat staf serta rapat bersama RT dan RW, perbaikan jalan ini sudah menjadi keinginan seluruh warga Kedabang untuk diprioritaskan dalam Musrenbang,” tambahnya.
Selama proses administratif tersebut berjalan, warga Sungai Putih tampaknya masih harus bertaruh nyawa melintasi jalanan yang rusak parah tersebut tanpa kepastian kapan alat berat akan turun melakukan perbaikan.
Baca Juga: Lakalantas Antara Mobil Travel dan Motor di Jalan Sintang-Putussibau Memakan Korban Jiwa
(Mira)
















