Baca Juga: Pasca Operasi Caracas, Kapal Induk Nuklir AS Pamer Kekuatan di Laut China Selatan
Integrasi senjata ini mendukung profil misi multiperan FA-50, meningkatkan efektivitasnya dalam operasi serangan presisi dan pencegahan (deterrence) tanpa memerlukan amunisi yang lebih berat atau kompleks.
Teknologi ini menjadi sangat relevan bagi Angkatan Udara Filipina (Philippine Air Force/PAF).
Saat ini, PAF mengoperasikan 11 unit pesawat tempur ringan FA-50 dan memiliki pesanan tambahan sebanyak 12 unit.
Bagi PAF, KGGB merepresentasikan potensi peningkatan kemampuan serangan presisi jarak jauh (stand-off precision strike).
Integrasi bom pintar ini pada platform FA-50 diharapkan dapat memperkuat kemampuan PAF dalam melakukan serangan akurat sembari meminimalkan risiko bagi awak udara dan pesawat, sejalan dengan perluasan peran FA-50 dalam misi multiperan dan pertahanan.
(fr)















