Misi Pertama 2026, F-35 Norwegia Cegat “Beruang” Rusia di Langit Kutub Utara

Dua jet tempur F-35 Lightning II Angkatan Udara Norwegia melakukan intersepsi terhadap pesawat patroli maritim Rusia Tu-142 Bear-F di wilayah udara internasional lepas pantai Norwegia. (Dok. Instagram/@Luftforsvaret)
Dua jet tempur F-35 Lightning II Angkatan Udara Norwegia melakukan intersepsi terhadap pesawat patroli maritim Rusia Tu-142 Bear-F di wilayah udara internasional lepas pantai Norwegia. (Dok. Instagram/@Luftforsvaret)

“Kesiapan QRA menunjukkan kemampuan kami untuk menegakkan kedaulatan, baik di wilayah udara nasional maupun NATO,” ujar perwakilan Angkatan Udara.

Secara statistik, aktivitas militer di kawasan ini terbilang stabil namun intens.

Sepanjang tahun 2025, F-35 Norwegia tercatat melakukan 41 kali penerbangan QRA dan berhasil mengidentifikasi 53 pesawat militer Rusia.

Angka ini menunjukkan pola aktivitas penerbangan jarak jauh Rusia yang berkelanjutan dan terprediksi, alih-alih eskalasi mendadak.

Dalam misi QRA, F-35 Norwegia tidak hanya terbang untuk “parade”.

Pesawat canggih ini terbang dalam konfigurasi tempur penuh, dilengkapi meriam internal 25 mm serta rudal udara-ke-udara jarak pendek dan menengah.

Dilengkapi sensor generasi kelima, F-35 mampu memberikan gambaran situasi udara yang komprehensif meski dalam kondisi cuaca ekstrem Kutub Utara.

Sementara itu, Tu-142 Bear-F yang dicegat merupakan pesawat patroli maritim jarak jauh dan anti-kapal selam andalan Armada Utara Rusia.

Kehadiran pesawat ini di Laut Norwegia merupakan bagian rutin dari postur strategis Rusia untuk pengawasan domain maritim.

(ra)