Sempat Putus Diterjang Banjir, Akses Aceh Timur-Gayo Lues Segera Tembus

Alat berat ekskavator sedang melakukan pengerjaan perbaikan jalan darurat dan pembersihan material longsor di jalur Peureulak-Lokop. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Alat berat ekskavator sedang melakukan pengerjaan perbaikan jalan darurat dan pembersihan material longsor di jalur Peureulak-Lokop. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, ACEH TIMUR – Upaya pemulihan akses transportasi vital yang menghubungkan Kabupaten Aceh Timur dan Gayo Lues melalui jalur Peureulak-Lokop terus dikebut.

Baca Juga: Kejar Target, Pembangunan Huntara di Aceh Timur Rampung Dalam Sepekan

Hingga Senin (12/01/2026), proses pembukaan kembali jalan provinsi tersebut telah memasuki tahap akhir dan tinggal selangkah lagi untuk terhubung secara fungsional.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Aceh menargetkan keterhubungan jalur atau functional connectivity dapat dicapai dalam waktu satu pekan ke depan.

Penanganan darurat infrastruktur ini dilakukan secara intensif pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda kawasan tersebut.

Saat ini, pengerjaan difokuskan pada sisa ruas sepanjang 6,4 kilometer menuju batas administratif Kabupaten Gayo Lues di kilometer 110.

Dinas PUPR mengerahkan alat berat dan personel lapangan yang bekerja setiap hari mulai dari kilometer 36 hingga kilometer 103.

Baca Juga: Pembukaan Jalur Aceh Timur-Gayo Lues via Lokop Masuki Tahap Akhir, Target Tembus Sepekan Lagi

Strategi percepatan dilakukan dengan metode kerja paralel.

Selain penanganan dari arah Aceh Timur, pembukaan jalur juga dilakukan dari sisi Kabupaten Gayo Lues.

Titik kilometer 110 ditetapkan sebagai titik temu (meeting point) dari kedua arah pengerjaan tersebut.

Jalur ini sebelumnya sempat mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang susulan yang terjadi pada Senin (05/01/2026) di kilometer 83, kawasan Gampong Lokop. Peristiwa tersebut memutus jalur darurat yang baru saja dibangun pascabencana akhir November 2025, sehingga melumpuhkan distribusi logistik.

Namun, respons cepat tim di lapangan berhasil memulihkan akses tersebut dalam waktu lima hari.

Pada Sabtu (10/01/2026), jalur darurat di Gampong Lokop telah melalui uji fungsi (functional test).

Hasilnya, jalan tersebut kini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan berat jenis DT-Hercules.

Baca Juga: Pamit Mancing dan Cari Rotan, Warga Bengkayang Ditemukan Tewas di Jagoi Babang

Meski saat ini masih bersifat darurat untuk mendukung mobilitas dan logistik, pemerintah merencanakan penanganan permanen pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Pembangunan infrastruktur jalan nasional ini nantinya akan mengedepankan prinsip Build Back Better agar lebih andal dan tahan terhadap potensi bencana di masa depan.

(Ra)