Laris Manis, 2 Ton Buah Tampui Asal Bengkayang Tembus Pasar Malaysia

Petugas Karantina Kalimantan Barat melakukan pemeriksaan fisik terhadap komoditas buah tampui di PLBN Jagoi Babang sebelum diekspor ke Malaysia. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Petugas Karantina Kalimantan Barat melakukan pemeriksaan fisik terhadap komoditas buah tampui di PLBN Jagoi Babang sebelum diekspor ke Malaysia. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, BENGKAYANGBuah Tampui, salah satu buah eksotis khas Kalimantan Barat, kini semakin diminati pasar mancanegara.

Baca Juga: Tembus 9,8 Juta Kilogram, Ekspor Komoditas Pertanian via PLBN Jagoi Babang Meroket Tajam

Melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, ribuan kilogram buah ini berhasil diekspor ke Malaysia, Senin (12/01/2026).

Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Jagoi Babang mencatat adanya tren positif dalam lalu lintas perdagangan lintas batas ini.

Berdasarkan data per 11 Januari 2026, volume buah tampui yang berhasil diekspor ke Malaysia tercatat mencapai 2.055 kilogram.

Nilai total barang dari komoditas ini menyentuh angka Rp7.790.300.

Guna mendukung kelancaran ekspor tersebut, pihak Karantina telah menerbitkan 12 sertifikat kesehatan tumbuhan.

Hal ini menjadi jaminan bahwa komoditas hasil panen masyarakat Jagoi Babang tersebut aman dan layak masuk ke pasar negara tetangga.

Penanggung jawab Satpel PLBN Jagoi Babang, Noval Isnaeni, menjelaskan bahwa setiap komoditas yang akan dilalulintaskan wajib melewati prosedur pemeriksaan ketat.

Baca Juga: Pamit Mancing dan Cari Rotan, Warga Bengkayang Ditemukan Tewas di Jagoi Babang

“Petugas karantina melakukan pemeriksaan untuk memastikan komoditas tersebut terbebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) serta memenuhi persyaratan negara tujuan. Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen Karantina Indonesia dalam menjaga keamanan hayati dan kelancaran perdagangan lintas batas,” ujar Noval.

Capaian ekspor ini membuktikan bahwa buah tampui, atau yang dikenal juga sebagai “Tampoi”, memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan sebagai komoditas unggulan perbatasan.

Selain bernilai ekonomis, buah ini juga memiliki nilai budaya yang kuat bagi masyarakat lokal karena kerap digunakan dalam berbagai upacara tradisional.

Keberhasilan menembus pasar Malaysia diharapkan dapat memacu semangat petani dan masyarakat perbatasan untuk terus menjaga kualitas komoditas lokal agar semakin bersaing di pasar internasional.

(ra)