Siasat Cerdik Venezuela, Sistem Hanud Buk-M2E Lolos dari Gempuran Udara AS

Citra satelit Airbus DS 2026 memperlihatkan dua kawah dampak serangan udara AS di Pangkalan Udara La Carlota, Venezuela, di mana sistem pertahanan udara Buk-M2E dan ZU-23-2 telah dipindahkan sebelum serangan. (Dok. Ist)
Citra satelit Airbus DS 2026 memperlihatkan dua kawah dampak serangan udara AS di Pangkalan Udara La Carlota, Venezuela, di mana sistem pertahanan udara Buk-M2E dan ZU-23-2 telah dipindahkan sebelum serangan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, CARACAS – Upaya serangan udara Amerika Serikat (AS) yang menargetkan sistem pertahanan udara Venezuela di Pangkalan Udara Jenderal Francisco de Miranda (La Carlota) dilaporkan gagal mencapai sasaran utamanya.

Sistem rudal Buk-M2E dan senjata anti-pesawat ZU-23-2 yang menjadi target prioritas diketahui telah dipindahkan sesaat sebelum, atau bahkan selama serangan berlangsung.

Baca Juga: Operasi Senyap di Caracas, Pasukan Elit “Night Stalkers” AS Diduga Eksekusi Penangkapan Maduro

Fakta ini terungkap melalui analisis citra satelit terbaru tertanggal 4 Januari 2026. Dalam citra tersebut, terlihat dua kawah besar bekas hantaman amunisi berpemandu presisi AS di titik koordinat 10.486031, −66.844728.

Titik ini merupakan lokasi di mana sistem pertahanan udara tersebut sebelumnya terdeteksi oleh intelijen AS.

Sebelumnya, Venezuela diketahui telah menempatkan sistem rudal anti-udara dan senjata anti-pesawatnya di lokasi tersebut sejak Oktober 2025.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan menghadapi potensi invasi militer asing.

Namun, pada saat serangan dilancarkan, sistem-sistem vital tersebut sudah tidak berada di posisi semula, sehingga amunisi AS hanya menghantam tanah kosong.

Baca Juga: Trump Ingin Caplok Greenland, NATO Buka Suara

Meski demikian, laporan menyebutkan bahwa serangan tersebut tetap menimbulkan kerusakan terbatas.

Satu unit peluncur Buk-M2E (atau kendaraan pengangkut-pemuat) yang ditempatkan terpisah di sisi pangkalan dilaporkan hancur.

Kasus lolosnya meriam ZU-23-2 juga menjadi sorotan khusus pengamat militer. Senjata ini dinilai memiliki letalitas tinggi terhadap helikopter.

Ada dugaan bahwa senjata-senjata ini mungkin sengaja disimpan atau disembunyikan oleh pihak internal yang bersekongkol dengan AS sebelum serangan terjadi.

Langkah ini disinyalir bertujuan untuk mencegah prajurit reguler Venezuela menggunakan senjata tersebut untuk menghancurkan pasukan khusus AS yang mungkin diterjunkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak militer AS belum memberikan konfirmasi resmi terkait kegagalan intelijen dalam memantau pergerakan aset pertahanan udara Venezuela tersebut

(ra)