Pasca Banjir, Warga Nanga Taman Sekadau Gelar Ritual Adat Tolak Bala untuk Keselamatan Desa

Suasana kebersamaan warga Dusun Sarik, Desa Nanga Mongko, bersama Bhabinkamtibmas saat menggelar musyawarah dan ritual adat pasca banjir, Sabtu (10/1).
Suasana kebersamaan warga Dusun Sarik, Desa Nanga Mongko, bersama Bhabinkamtibmas saat menggelar musyawarah dan ritual adat pasca banjir, Sabtu (10/1). (Dok. Polres Sekadau)

“Ritual adat Dayak Kancin’k ini menjadi sarana masyarakat menyalurkan harapan agar pasca banjir tidak menimbulkan penyakit dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal,” ujar AKP Triyono.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pemerintah desa, tokoh adat, serta Bhabinkamtibmas yang duduk bersama warga di sebuah balai kayu.

Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat dalam ritual ini mencerminkan sinergi yang kuat antara warga dan petugas keamanan.

Baca Juga: Banjir di Sekadau Rendam 11 Desa, 11.583 Jiwa Terdampak dan Akses Jalan Putus

Momen ini sekaligus menjadi simbol solidaritas dan kebangkitan bersama masyarakat untuk kembali menata kehidupan setelah musibah banjir berlalu.

Melalui ritual adat Tolak Bala ini, warga berharap segala marabahaya dan potensi wabah penyakit yang biasa muncul setelah banjir dapat dihindari, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial di Kecamatan Nanga Taman dapat pulih sepenuhnya.

(*Red)