Pasca Banjir, Warga Nanga Taman Sekadau Gelar Ritual Adat Tolak Bala untuk Keselamatan Desa

Suasana kebersamaan warga Dusun Sarik, Desa Nanga Mongko, bersama Bhabinkamtibmas saat menggelar musyawarah dan ritual adat pasca banjir, Sabtu (10/1).
Suasana kebersamaan warga Dusun Sarik, Desa Nanga Mongko, bersama Bhabinkamtibmas saat menggelar musyawarah dan ritual adat pasca banjir, Sabtu (10/1). (Dok. Polres Sekadau)

Faktakalbar.id, SEKADAU – Masyarakat Dusun Sarik, Desa Nanga Mongko, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, menggelar kegiatan sakral berupa ritual adat Tolak Bala.

Upacara ini dilaksanakan pada Sabtu (10/1/2026) pagi sebagai respons spiritual pasca bencana banjir yang sempat melanda wilayah tersebut.

Baca Juga: Banjir Sekadau: Sungai Meluap, 11.583 Jiwa Terdampak

Tradisi ini merupakan bentuk kearifan lokal yang kental di tengah masyarakat setempat. Kegiatan doa bersama ini bertujuan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memulihkan kondisi psikologis dan lingkungan masyarakat setelah terdampak bencana alam.

Kapolres Sekadau, AKBP Andhika Wiratama, melalui Kasi Humas AKP Triyono, menjelaskan bahwa ritual yang dilaksanakan oleh warga Dusun Sarik ini secara spesifik dikenal sebagai ritual adat Dayak Kancin’k. Tradisi ini dipercaya sebagai sarana pembersihan kampung.