“Jadi saya melihat kita jauh dari krisis saat ini,” tegas Grynkewich kepada awak media.
Siap Pertahankan Wilayah
Lebih lanjut, Grynkewich menyatakan bahwa pasukannya tetap dalam kondisi siaga penuh untuk melindungi seluruh anggota aliansi, tanpa terpengaruh oleh manuver politik Washington.
“Belum ada dampak pada pekerjaan saya di tingkat militer hingga saat ini. Saya hanya ingin mengatakan bahwa kami siap untuk mempertahankan setiap inci wilayah aliansi hingga hari ini,” ujarnya.
Ambisi Agresif Trump
Isu ini mencuat setelah Presiden Trump berulang kali menyuarakan keinginannya agar AS mengambil alih kendali atas Greenland, pulau di kutub utara yang kaya mineral strategis.
Trump bahkan tidak mengesampingkan opsi penggunaan kekuatan militer untuk mewujudkan hal tersebut.
Kekhawatiran komunitas internasional semakin memuncak mengingat baru saja pekan lalu pasukan AS sukses melakukan operasi militer untuk menggulingkan rezim di Venezuela, yang menandakan kebijakan luar negeri AS yang kian agresif.
Baca Juga: Rusia Tembakkan Rudal Oreshnik ke Gerbang NATO
Meski militer NATO berusaha meredam ketegangan, jalur diplomasi mulai bergerak cepat.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menjadwalkan pertemuan dengan pejabat dari Denmark dan Greenland pada pekan depan untuk membahas masalah ini secara langsung.
(*Sari)
















