Faktakalbar.id, INTERNASIONAL – Operasi militer kilat Amerika Serikat (AS) di Venezuela ternyata bukan sekadar upaya menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.
Analisis terbaru mengungkap bahwa serangan tersebut sebenarnya merupakan strategi perang ekonomi untuk memukul China.
Jurnalis investigasi veteran, Seymour Hersh, memaparkan bahwa Presiden Donald Trump memiliki agenda besar untuk mendepak China dari akses terhadap cadangan minyak terbesar di dunia yang Venezuela miliki.
Baca Juga: Usai Venezuela, Trump Incar 5 Negara Ini
Memutus Nadi Energi China
Selama ini, Venezuela menjadi mitra strategis yang memasok minyak mentah murah dalam jumlah besar ke Beijing. Hal inilah yang menjadi target utama Washington.
Dalam artikelnya, Hersh menuliskan analisis tajam mengenai motif di balik pendudukan Caracas tersebut.
















