Siapkan Tenaga Kerja Handal, Investor Pulau Penebang Gelar Pelatihan Bahasa Mandarin

Perwakilan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) berfoto bersama akademisi Untan dan STBHB usai penandatanganan kerja sama pelatihan bahasa Mandarin di Pontianak. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Perwakilan Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) berfoto bersama akademisi Untan dan STBHB usai penandatanganan kerja sama pelatihan bahasa Mandarin di Pontianak. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Kolaborasi antara perusahaan dan lembaga pendidikan ini sangat penting. Penguasaan bahasa Mandarin diharapkan mampu memperlancar komunikasi kerja, meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, serta memperkuat profesionalisme di lingkungan industri,” kata Hartono.

Dari sisi perusahaan, Government Relations KIPP, Sumarno, menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari rencana jangka panjang menyiapkan tenaga kerja asal Kayong Utara dan Kalimantan Barat agar siap menghadapi tantangan global.

“Bahasa Mandarin menjadi kompetensi penting dalam rantai nilai industri yang kami jalankan. Karena itu, KIPP tidak hanya berinvestasi dalam kegiatan bisnis, tetapi juga berinvestasi dalam peningkatan kapasitas generasi muda Kalimantan Barat agar mampu bersaing dan berkembang bersama perusahaan,” tegas Sumarno.

Sebanyak 30 persen dari total 140 peserta program ini merupakan putra-putri Kalimantan Barat.

Materi yang diberikan mencakup bahasa Mandarin dasar hingga menengah, percakapan teknis, serta pengenalan budaya kerja industri dengan target kemampuan setara HSK tingkat 2 atau 3.

Setelah pelatihan, peserta direncanakan akan melanjutkan pendalaman materi ke Tiongkok atau ditempatkan langsung di Pulau Penebang sebagai operator maupun engineer.

(ra)