“Seorang Bintara adalah tulang punggung satuan. Kalian adalah penghubung krusial antara pimpinan dan bawahan di lapangan. Oleh karena itu, sikap dan perilaku kalian harus mencerminkan nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pangdam memaparkan bahwa tantangan tugas ke depan semakin kompleks. Hal ini menuntut prajurit tidak hanya mahir secara fisik, tetapi juga cerdas secara taktis.
Visi pendidikan kali ini difokuskan pada tiga pilar utama atau Tri Pola Dasar Pendidikan, yaitu Tanggap, Tanggon, dan Trengginas.
Baca Juga: Tinjau Latihan di Bengkayang, Pangdam XII/Tpr: Operasi Gerilya Upaya Terakhir Pertahanan NKRI
Mayjen TNI Jamallulael juga mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi dan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) agar para prajurit mampu beradaptasi dengan perubahan situasi lingkungan tugas.
Menutup amanatnya, Pangdam meminta para prajurit untuk menjaga kehormatan dan jati diri TNI.
“Jangan pernah berhenti mengasah kemampuan. Berpikir, bersikap, dan bertindaklah dengan selalu berpedoman pada Delapan Wajib TNI. Jaga jati diri kalian sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, dan Tentara Nasional Indonesia yang profesional,” pungkasnya.
(*Red)















