Mitos atau Fakta: Benarkah Earphone Kabel Lebih Aman dari Radiasi Dibanding TWS Nirkabel?

"Khawatir radiasi bluetooth di otak? Simak perbandingan ilmiah keamanan earphone wireless vs kabel. Mana yang paling aman untuk kesehatan jangka panjang?"
Khawatir radiasi bluetooth di otak? Simak perbandingan ilmiah keamanan earphone wireless vs kabel. Mana yang paling aman untuk kesehatan jangka panjang? (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Perdebatan ini tidak pernah surut sejak kemunculan True Wireless Stereo (TWS) atau earphone bluetooth.

Banyak pengguna merasa cemas: “Apakah menempelkan perangkat pemancar sinyal (bluetooth) tepat di lubang telinga aman untuk otak?”

Di sisi lain, earphone kabel dianggap “jadul” namun diklaim lebih sehat.

Sebelum Anda membuang AirPods atau kembali ke earphone kabel yang melilit, mari kita bedah faktanya secara ilmiah.

Baca Juga: Lebih dari Sekadar Lagu Galau: Bedah Lirik “Always I’ll Care” Jeremy Zucker sebagai Surat Rindu Anak Rantau

Mana yang sebenarnya lebih aman untuk kesehatan jangka panjang?

Memahami Jenis Radiasi: Tidak Semua “Jahat”

Kata “radiasi” seringkali menakutkan karena diasosiasikan dengan nuklir atau X-ray. Padahal, radiasi terbagi dua:

  1. Radiasi Ionisasi (Bahaya): Seperti sinar X dan nuklir, bisa merusak DNA.
  2. Radiasi Non-Ionisasi (Relatif Aman): Seperti gelombang radio, sinyal Wi-Fi, dan Bluetooth.

Baik HP maupun earphone nirkabel memancarkan jenis kedua (Non-Ionisasi).

Isu utamanya adalah intensitas dan jaraknya.

Bedah Fakta: Earphone Nirkabel (Bluetooth)

Earphone nirkabel bekerja menggunakan gelombang radio frekuensi pendek.

Apakah ini berbahaya?

  • Daya Sangat Rendah: Tingkat radiasi (SAR – Specific Absorption Rate) dari perangkat Bluetooth jauh lebih rendah dibandingkan smartphone. Sinyal Bluetooth kira-kira 10 hingga 400 kali lebih lemah daripada sinyal seluler 4G/5G yang dipancarkan HP Anda.
  • Keamanan: Lembaga kesehatan dunia seperti WHO dan FCC (AS) menyatakan bahwa tingkat paparan radiasi dari perangkat Bluetooth masih berada jauh di bawah batas ambang bahaya bagi manusia.

Bedah Fakta: Earphone Kabel (Wired)

Earphone kabel sering dianggap sebagai “zona bebas radiasi”. Benarkah?

  • Nol Emisi RF: Earphone kabel tidak memancarkan gelombang Radio Frequency (RF) di area kepala karena sinyal dikirim lewat kabel tembaga.
  • Menjauhkan Sumber Utama: Keunggulan utama earphone kabel (dan juga nirkabel) adalah menjauhkan ponsel yang merupakan sumber radiasi terbesar dari kepala Anda. Saat menelepon menggunakan earphone, HP Anda berada di saku atau meja, bukan menempel di otak.

Kesimpulan: Mana yang Lebih Baik?

Jika kita berbicara murni soal jumlah paparan radiasi, maka:

  1. Pemenang: Earphone Kabel (Wired) & Air Tube.

Earphone kabel (terutama model air tube yang menggunakan selang udara) adalah yang paling minim radiasi karena tidak ada transmisi nirkabel sama sekali di area telinga.

  1. Posisi Kedua: Earphone Nirkabel.

Meskipun memancarkan radiasi, jumlahnya sangat kecil dan dianggap aman.

  1. Paling Berisiko: Menempelkan HP Langsung ke Telinga.

Ini adalah kebiasaan yang paling memaparkan otak pada radiasi elektromagnetik tertinggi.

Jadi, apakah earphone nirkabel berbahaya?

Secara ilmiah, tidak, selama digunakan dalam batas wajar. N

amun, jika Anda adalah orang yang sangat berhati-hati (paranoid) terhadap segala bentuk gelombang elektromagnetik, maka earphone kabel adalah pilihan yang memberikan ketenangan batin (placebo) lebih baik.

Bahaya Sebenarnya: Volume Suara!

Alih-alih pusing memikirkan radiasi yang belum terbukti menyebabkan kanker, dokter THT justru lebih khawatir pada kerusakan pendengaran.

Baik kabel maupun nirkabel, mendengarkan musik dengan volume di atas 60% selama lebih dari 60 menit berpotensi merusak gendang telinga permanen.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, BIP Band Rilis Ulang Lagu Nasional Satu Nusa Satu Bangsa

(*Mira)