Awal Implementasi Grand Strategy
Dalam sambutannya, Wakapolda menegaskan bahwa penandatanganan pakta integritas merupakan komitmen moral untuk mewujudkan tata kelola anggaran yang bersih dan akuntabel.
Ia menyebut tahun 2026 sebagai momentum krusial karena menjadi tahap awal implementasi Grand Strategy Polri yang tertuang dalam Renstra 2025–2029.
Roma Huta Julu menekankan agar jajarannya mempertanggungjawabkan setiap rupiah anggaran negara kepada masyarakat.
“Penandatanganan pakta integritas ini bukan sekadar seremonial, tetapi janji kita untuk bekerja dengan jujur dan profesional. Saya ingatkan bahwa setiap rupiah dalam DIPA ini adalah amanah dari rakyat. Gunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, karena Polri adalah pelayan masyarakat yang harus bekerja dengan nurani,” ujar Brigjen Pol Roma Huta Julu.
Lima Sasaran Strategis
Pada kesempatan yang sama, Wakapolda merinci lima sasaran strategis Polda Kalbar tahun ini.
Sasaran tersebut meliputi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang responsif, penegakan hukum yang humanis, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang adaptif, modernisasi infrastruktur, serta tata kelola yang transparan.
Baca Juga: Polda Kalbar Perketat Pengamanan Pasca Tahun Baru
Melalui langkah ini, Polda Kalbar optimistis mampu meningkatkan performa organisasi.
Mereka berkomitmen menjaga keamanan wilayah serta mewujudkan Polri yang presisi di tengah tantangan tahun 2026 yang semakin kompleks.
(*Sari)
















