Australia Tarik Warga, Sinyal Iran di Ambang Chaos Akibat Brutalitas Aparat?

"Iran di tepi jurang. Australia keluarkan ultimatum evakuasi warganya saat korban jiwa akibat represifitas aparat terhadap demonstran ekonomi tembus 35 orang."
Iran di tepi jurang. Australia keluarkan ultimatum evakuasi warganya saat korban jiwa akibat represifitas aparat terhadap demonstran ekonomi tembus 35 orang. (Dok. Ist)

Tewasnya anak-anak dalam protes ekonomi ini memicu pertanyaan besar mengenai standar prosedur pengendalian massa dan indikasi pelanggaran HAM berat yang dilakukan demi membungkam suara kritis rakyat.

Pemerintah Menutup Mata?

Alih-alih membuka ruang dialog untuk menyelesaikan akar masalah ekonomi, narasi yang dibangun Teheran justru berfokus pada labelisasi demonstran sebagai “perusuh”.

Kematian satu personel polisi pada hari Selasa (6/1/2026) tampaknya akan dijadikan legitimasi bagi otoritas Iran untuk meningkatkan intensitas kekerasan dalam memadamkan aksi massa.

Keputusan Australia untuk menarik warganya adalah tamparan diplomatik bagi Teheran.

Hal ini menyiratkan bahwa komunitas internasional mulai kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan atau kemauan Pemerintah Iran untuk memulihkan ketertiban tanpa pertumpahan darah.

Ketika rakyat menuntut roti dan keadilan, jawaban yang mereka terima sejauh ini adalah peluru dan gas air mata.

Jika Teheran tidak segera mengubah pendekatannya, peringatan perjalanan dari Australia ini mungkin hanyalah awal dari isolasi internasional yang lebih luas bagi Iran di tahun 2026.

Baca Juga: Pemda Dilarang “Nodong” Bantuan ke Lembaga Internasional

(*Mira)