Akses Jalan Lampung Terputus hingga Ribuan Warga Serang Terdampak, BNPB Juga Ingatkan Status Awas Lewotobi

Banjir merendam pemukiman warga di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur. Akses jalan penghubung antarwilayah dilaporkan terputus akibat genangan air yang terus naik, Minggu (4/1/2026). (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Banjir merendam pemukiman warga di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur. Akses jalan penghubung antarwilayah dilaporkan terputus akibat genangan air yang terus naik, Minggu (4/1/2026). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, JAKARTA – Bencana hidrometeorologi memberikan dampak signifikan di wilayah Sumatera dan Banten pada akhir pekan lalu.

Di Kabupaten Lampung Timur, banjir yang menggenangi Desa Mekar Jaya menyebabkan akses jalan penghubung Belimbing-Jabung tertutup total.

Baca Juga: Sasar 4 Kabupaten/Kota, Pemprov Lampung Hentikan Paksa Puluhan Aktivitas Tambang Ilegal

Debit air bahkan dilaporkan masih mengalami kenaikan hingga Minggu (4/1/2026).

Dampak lebih masif terjadi di Serang, Banten. Banjir dan cuaca ekstrem melanda wilayah kota dan kabupaten sekaligus.

Di Kabupaten Serang, banjir merendam 13 desa dan berdampak pada 11.700 jiwa serta merendam lebih dari 3.000 rumah.

Sementara di Kota Serang, ribuan jiwa turut terdampak banjir yang kini mulai surut.

Waspada Gunung Lewotobi

Di tengah kepungan banjir, BNPB juga menyoroti aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur yang masih berada pada Level IV (Awas).

Baca Juga: Puncak Musim Hujan 2026, BNPB Laporkan Rentetan Bencana Banjir hingga Erupsi Gunung Lewotobi

Meski gempa vulkanik perlahan menurun, potensi erupsi dan banjir lahar dingin akibat hujan lebat tetap menjadi ancaman serius bagi warga di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.

Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 6-7 kilometer dari pusat erupsi demi keselamatan.

(ra)