Tembus 9,8 Juta Kilogram, Ekspor Komoditas Pertanian via PLBN Jagoi Babang Meroket Tajam

Petugas Karantina Kalimantan Barat Satpel PLBN Jagoi Babang saat melakukan pemeriksaan fisik terhadap komoditas pertanian yang akan diekspor ke Malaysia. Sepanjang 2025, volume ekspor melalui jalur ini menembus angka 9,8 juta kilogram. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Petugas Karantina Kalimantan Barat Satpel PLBN Jagoi Babang saat melakukan pemeriksaan fisik terhadap komoditas pertanian yang akan diekspor ke Malaysia. Sepanjang 2025, volume ekspor melalui jalur ini menembus angka 9,8 juta kilogram. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, BENGKAYANG – Aktivitas perdagangan lintas batas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif.

Karantina Kalimantan Barat melalui Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Jagoi Babang mencatat lonjakan signifikan volume ekspor komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan sepanjang tahun 2025 yang mencapai angka fantastis, yakni lebih dari 9,8 juta kilogram.

Baca Juga: PLBN Jagoi Babang Gelar Upacara Peringatan HUT ke-15 BNPP

Data pada aplikasi BEST TRUST mencatat, sepanjang tahun lalu telah diterbitkan sebanyak 3.134 sertifikat karantina untuk berbagai komoditas unggulan Kalimantan Barat.

Produk yang mendominasi pasar ekspor ke negara tetangga meliputi buah-buahan, sayur-sayuran, sosis, hingga ikan segar.

Awal 2026 Tancap Gas

Tren positif ini berlanjut hingga memasuki awal tahun 2026.

Hanya dalam beberapa hari pertama di bulan Januari, petugas Karantina telah menerbitkan 28 sertifikat dengan total volume ekspor mencapai 84,6 ton.

Baca Juga: Awali Kinerja 2026, Karantina Kalbar Tancap Gas Bereskan SKP dan Laporan Pajak

Jamin Kualitas Ekspor

Penanggung Jawab Satpel PLBN Jagoi Babang, Noval Isnaeni, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh menjaga kelancaran arus ekspor ini dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Setiap komoditas yang melintas dipastikan telah melalui pemeriksaan ketat guna memenuhi standar keamanan pangan negara tujuan.