“Kami akan menerapkan AI pada semua produk kami, mulai dari perangkat seluler, tablet, TV, hingga peralatan rumah tangga, secepat mungkin,” ujar Roh, Selasa (6/1/2026).
Langkah agresif ini diambil Samsung untuk mengamankan posisi pasar mereka dari gempuran pesaing utama.
Samsung berupaya merebut kembali dominasi dari Apple di segmen premium dan menahan laju pertumbuhan Huawei yang kian pesat di pasar ponsel pintar.
Namun, ambisi besar ini menghadapi tantangan serius. Roh memperingatkan adanya kelangkaan chip memori di pasar global yang dapat memicu kenaikan biaya produksi.
Kondisi ini berpotensi berdampak pada harga jual produk di tingkat konsumen.
Baca Juga: Harga RAM Meroket, Samsung dan SK Hynix Panen Cuan
Selain fokus pada AI, Samsung juga menyoroti perkembangan ponsel lipat (foldable). Meski pertumbuhannya sedikit lebih lambat dari prediksi awal, Samsung tetap optimistis segmen ini akan menjadi tren arus utama dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Saat ini, Samsung masih mendominasi dengan menguasai dua pertiga pangsa pasar ponsel lipat global.
(*Sari)















