Masuk Puncak Musim Hujan, Banjir Rendam Sekolah dan Pemukiman di Sambas hingga Pasuruan

Kondisi SDN 16 Dadau di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang terendam banjir akibat luapan Sungai Asuangsang, Sabtu (3/1/2026). Banjir ini merendam ratusan rumah dan fasilitas pendidikan. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Kondisi SDN 16 Dadau di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang terendam banjir akibat luapan Sungai Asuangsang, Sabtu (3/1/2026). Banjir ini merendam ratusan rumah dan fasilitas pendidikan. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian kejadian bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Indonesia pada awal tahun 2026.

Memasuki puncak musim hujan, banjir dilaporkan menerjang Kabupaten Sambas (Kalimantan Barat), Pasuruan (Jawa Timur), hingga Bima (Nusa Tenggara Barat) pada periode 3-5 Januari 2026.

Baca Juga: BNPB Rilis Data Bencana Awal 2026: 11 Tewas di Sitaro, Banjir Kepung Jawa hingga Kalimantan

Di Kabupaten Sambas, hujan lebat memicu luapan Sungai Asuangsang yang merendam Desa Tempapan Hulu dan Desa Sijang di Kecamatan Galing

Data BNPB mencatat sebanyak 1.100 jiwa atau 220 Kepala Keluarga (KK) terdampak, dengan kerugian materiil mencakup ratusan rumah dan fasilitas pendidikan yang tergenang.

Kondisi di Jawa dan NTB

Sementara itu di Pulau Jawa, banjir melanda empat kecamatan di Kabupaten Pasuruan dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.

Baca Juga: Puncak Musim Hujan 2026, BNPB Laporkan Rentetan Bencana Banjir hingga Erupsi Gunung Lewotobi

Meski sempat merendam pemukiman 216 KK, kondisi di Kecamatan Winongan dan Gondang Wetan dilaporkan telah berangsur surut pada Minggu (4/1/2026).

Bencana serupa juga terjadi di Kabupaten Bima, NTB. Banjir lumpur menerjang Desa Boro dan Desa Kore di Kecamatan Sanggar, mengakibatkan 15 rumah dan dua akses jalan terdampak.

(ra)