Janjian Lewat Instagram, Aksi Tawuran 8 Remaja di Pontianak Barat Digagalkan Polisi

Petugas kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti senjata tajam dari tangan sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan tawuran di wilayah Pontianak Barat, Senin (5/1).
Petugas kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti senjata tajam dari tangan sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan tawuran di wilayah Pontianak Barat, Senin (5/1). (Dok. Ist)

“Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui adanya komunikasi antar kelompok melalui media sosial Instagram,” ujar Ipda Alvon saat dikonfirmasi pada Selasa (6/1/2026).

Sita Senjata Tajam Arit Panjang

Dugaan polisi bahwa kelompok ini akan melakukan tindak kekerasan diperkuat dengan ditemukannya sejumlah barang bukti berbahaya di lokasi kejadian.

Petugas menyita dua bilah senjata tajam jenis arit panjang yang diduga kuat dipersiapkan sebagai alat untuk menyerang lawan. Selain itu, polisi juga mengamankan dua unit sepeda motor milik para remaja tersebut.

Saat ini, seluruh remaja beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolsek Pontianak Barat untuk kepentingan penyelidikan dan pendataan lebih lanjut.

Baca Juga: Jalani Pembinaan, 27 Remaja Diduga Pelaku Tawuran Diserahkan ke KPAD Pontianak

Libatkan KPAD dan Orang Tua

Terkait penanganan hukum, Ipda Alvon menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan langkah pembinaan mengingat usia para pelaku yang masih belia.

Polsek Pontianak Barat akan memanggil orang tua atau wali dari masing-masing remaja untuk diberikan imbauan khusus.

Mereka diwajibkan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di masa depan. Selain itu, kepolisian juga menggandeng lembaga perlindungan anak untuk proses pendampingan mental.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Pontianak untuk pembinaan lebih lanjut,” jelas Alvon.

Menutup keterangannya, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari.

Peran aktif keluarga dan lingkungan sangat vital untuk mencegah remaja terjerumus dalam aksi tawuran maupun aktivitas negatif lain yang membahayakan nyawa.

(*Red)