Tolak Tambang Emas Ilegal, Lansia di Pasaman Dikeroyok Pekerja hingga Masuk Rumah Sakit

Nenek Saudah (68) kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping, usai menjadi korban pengeroyokan pekerja tambang emas ilegal saat mempertahankan tanah miliknya.
Nenek Saudah (68) kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping, usai menjadi korban pengeroyokan pekerja tambang emas ilegal saat mempertahankan tanah miliknya. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, PASAMAN – Kasus kekerasan menimpa seorang lanjut usia (lansia) di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Nenek Saudah (68), warga Jorong Lubuak Aro, Nagari Padang Matinggi Utara, Kecamatan Rao, menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh pekerja tambang emas ilegal (PETI).

Baca Juga: Kisah Pilu Randy: Bayi Orangutan Malnutrisi yang Diselamatkan dari Lokasi PETI

Insiden ini terjadi setelah korban berusaha mempertahankan tanah miliknya dari aktivitas penggalian tanpa izin.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis malam (1/1/2026) di wilayah Sibinail.

Kronologi bermula pada sore hari saat Nenek Saudah mendatangi para pekerja tambang untuk meminta penghentian aktivitas di lahan miliknya.

Permintaan tersebut sempat dipatuhi dan aktivitas berhenti sejenak.

Namun, situasi berubah usai waktu Magrib. Para pekerja tambang kembali beroperasi dan memasuki lahan milik korban.

Merasa haknya dilanggar, Nenek Saudah memberanikan diri mendatangi lokasi yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya seorang diri dengan hanya berbekal senter.

Baca Juga: Tragedi Berdarah PETI Nibong: Tiga Tewas Ditembak, Publik Desak Penutupan Tambang Ilegal di Mitra

Kronologi Pengeroyokan

Di tengah perjalanan menuju lokasi, korban tiba-tiba dilempari batu. Tidak lama kemudian, sejumlah orang mendekat dan melakukan pemukulan hingga korban tidak berdaya.

Dalam kondisi setengah sadar, korban sempat mendengar suara pelaku yang mengira dirinya sudah meninggal dunia. Tubuh korban kemudian dibuang ke semak-semak di tepi sungai sekitar pukul 22.00 WIB.

Korban baru tersadar beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 01.00 WIB dini hari. Dengan sisa tenaga, ia merangkak pulang namun kembali pingsan setibanya di depan rumah. Pihak keluarga yang menemukan korban segera membawanya ke fasilitas kesehatan.

Saat ini, Nenek Saudah menjalani perawatan intensif di RSUD Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping. Korban menderita luka memar di wajah, nyeri hebat di sekujur tubuh, dan pusing akibat benturan keras.