Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Saat pertama kali mengepak koper untuk merantau entah itu untuk kuliah atau bekerja perasaan yang mendominasi biasanya adalah antusiasme.
Ada rasa ingin bebas, ingin membuktikan diri, dan keinginan kuat untuk melihat dunia luar yang tampak berkilau.
Saat itu, rumah terasa seperti sangkar yang membatasi.
Namun, seiring berjalannya waktu, setelah bertahun-tahun hidup di kota orang, ada pergeseran rasa yang pelan tapi pasti.
Baca Juga: Lagi Homesick? Ini 5 Film Terbaik yang Ampuh Obati Rasa Kangen Rumah
“Pulang” bukan lagi sekadar kewajiban saat lebaran atau libur panjang. Pulang berubah menjadi sebuah kebutuhan batin.
Mengapa semakin lama kita pergi, justru semakin kita menghargai apa yang kita tinggalkan? Berikut adalah beberapa alasannya:
1. Jarak Mengajarkan Kita Melihat dengan Jelas
Ada pepatah klise yang selalu benar: “Kita baru menyadari betapa berharganya sesuatu saat hal itu jauh dari jangkauan.”
Saat tinggal di rumah, omelan ibu atau pertanyaan ayah mungkin terasa mengganggu.
Masakan rumah terasa biasa saja dibandingkan makanan restoran.
Namun, ketika terpisah ratusan kilometer, hal-hal “remeh” itulah yang paling dicari.
Jarak membersihkan pandangan kita.
Kita mulai melihat bahwa perhatian orang tua adalah bentuk cinta, dan sederhana itu ternyata mewah.
2. Dunia Luar Itu Keras, Rumah Adalah Tempat “Melucuti Senjata”
Di tanah rantau, kita dituntut untuk selalu kuat.
Kita memakai “topeng” profesionalisme, bersaing dengan rekan kerja, dan menghadapi tekanan hidup mandiri.
















