Meninggal di Tengah Laut, Jenazah Penumpang KM Lawit Dievakuasi Tim Gabungan di Kumai

Personel gabungan dari TNI AL (Pos Binpotmar Kumai), Polri, dan Basarnas saat mengevakuasi jenazah penumpang KM Lawit di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kotawaringin Barat, Jumat (2/1/2026). (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Personel gabungan dari TNI AL (Pos Binpotmar Kumai), Polri, dan Basarnas saat mengevakuasi jenazah penumpang KM Lawit di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kotawaringin Barat, Jumat (2/1/2026). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, KOTAWARINGIN BARAT – Suasana duka menyelimuti kedatangan Kapal Motor (KM) Lawit di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat (2/1/2026).

Baca Juga: Bea Cukai Kalbagbar, Kodaeral XII, dan BAIS TNI Amankan Kontainer Diduga Bermuatan Rotan Tujuan China di Pelabuhan Dwikora

Tim gabungan Posko Nataru yang terdiri dari unsur TNI AL, Polri, Basarnas, dan otoritas pelabuhan melakukan evakuasi terhadap jasad seorang penumpang yang dilaporkan meninggal dunia saat pelayaran.

Korban teridentifikasi bernama Paidi (75), warga negara Indonesia, yang merupakan penumpang rute Surabaya menuju Kumai.

Berdasarkan kronologi kejadian, korban menghembuskan napas terakhir saat kapal masih berada di perairan Laut Jawa.

Kronologi Penemuan

Peristiwa bermula ketika petugas keamanan kapal melakukan patroli rutin dan mendapati seorang penumpang di kabin dek 4 dalam kondisi tidak bergerak.

Baca Juga: Digagalkan Karantina dan TNI AL di Semarang, Bagaimana 133 Ton Bawang Bombai Bisa Lolos dari Pelabuhan Dwikora Pontianak?

Tim kesehatan kapal yang segera melakukan pemeriksaan kemudian memastikan bahwa penumpang tersebut telah meninggal dunia.

Demi keamanan dan prosedur kesehatan, jenazah almarhum ditempatkan di ruang karantina klinik kapal hingga kapal bersandar.

Sinergi Lintas Instansi

Proses evakuasi jenazah melibatkan kerja sama solid antara Pos Binpotmar Kumai (jajaran Kodaeral XII), Pelni, KSOP Kelas IV Kumai, Basarnas Pangkalan Bun, serta kepolisian setempat.

Keterlibatan TNI AL dalam proses ini menegaskan komitmen Kodaeral XII dalam mendukung pelayanan kemanusiaan dan menjaga ketertiban di wilayah pelabuhan.

(ra)