Pati resisten berfungsi layaknya serat larut yang menjadi prebiotic makanan bagi bakteri baik di dalam usus besar.
Mengonsumsi singkong secara rutin dapat membantu memperbaiki keseimbangan mikrobioma perut, melancarkan buang air besar, dan menjaga kesehatan usus secara menyeluruh.
4. Mendukung Fungsi Otot dan Saraf (Kaya Kalium)
Singkong adalah sumber mineral yang sangat baik, terutama kalium.
Mineral ini memegang peran vital dalam menjaga keseimbangan cairan di seluruh sel tubuh.
Asupan kalium yang cukup dari singkong membantu otot berkontraksi dengan baik (mencegah kram) dan mendukung transmisi sinyal saraf yang sehat.
Selain itu, kalium juga membantu menetralkan efek natrium, sehingga baik untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.
5. Efektif Mengontrol Nafsu Makan
Bagi Anda yang sedang menjaga berat badan ideal, singkong adalah teman diet yang setia.
Kombinasi serat dan karbohidrat padat dalam singkong memberikan efek kenyang (satiety) yang tinggi.
Makan singkong rebus dua potong saja sudah cukup membuat perut terasa penuh lebih lama dibandingkan mengonsumsi karbohidrat olahan lainnya.
Hal ini secara alami menekan keinginan untuk ngemil makanan manis atau berlemak di antara jam makan.
Tips Konsumsi yang Aman
Sebagai pangan lokal yang alami, singkong mengandung senyawa alami yang perlu dinetralkan dengan panas.
- Wajib Dimasak: Hindari memakan singkong mentah. Pastikan Anda mengupas kulitnya, mencucinya hingga bersih, lalu memasaknya (rebus, kukus, panggang, atau goreng) hingga empuk sempurna untuk memastikan keamanan dan kelezatannya.
Singkong mengajarkan kita untuk kembali mencintai apa yang tumbuh di tanah kita sendiri.
Dengan segudang manfaat mulai dari energi yang stabil hingga ramah pencernaan, singkong membuktikan diri sebagai pangan lokal yang bernutrisi global.
Mari lestarikan dan nikmati kekayaan pangan Nusantara ini demi tubuh yang lebih sehat!
Baca Juga: Rahasia Bumbu dan Resep Singkong Goreng Merekah, Lembut, dan Renyah Tahan Lama
(*Mira)
















