Kebakaran Pasar Seluas Hanguskan 21 Ruko, Aktivitas Ekonomi Lumpuh Total

Ilustrasi - Kebakaran Pasar Seluas, aktivitas ekonomi di Bengkayang lumpuh. Puing ruko jadi tontonan, kerugian capai Rp30 Miliar. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Kebakaran Pasar Seluas, aktivitas ekonomi di Bengkayang lumpuh. Puing ruko jadi tontonan, kerugian capai Rp30 Miliar. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, BENGKAYANG – Pemandangan kontras terlihat di kawasan Pasar Seluas, Kabupaten Bengkayang, pada Senin (5/1/2026). Area yang biasanya bising oleh hiruk-pikuk transaksi jual beli kini berubah senyap dan hanya menyisakan onggokan puing arang.

Dua hari pasca kebakaran Pasar Seluas yang terjadi Sabtu malam (3/1/2026), dampak ekonomi mulai terasa nyata. Insiden yang menghanguskan 21 rumah toko (ruko) dan satu Pos Perhubungan (Dishub) ini sukses melumpuhkan nadi perekonomian di Kecamatan Seluas.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Pasar Seluas Bengkayang Sabtu Petang

Pusat Perdagangan Mati Suri

Runtuhnya puluhan ruko di Jalan Dwikora tersebut memaksa aktivitas perdagangan berhenti total. Para pedagang yang menjadi korban kini tidak memiliki lapak untuk berjualan.

Sebagian besar dari mereka tidak hanya kehilangan bangunan, tetapi juga stok barang dagangan yang ludes tak tersisa.

Kondisi ini membuat perputaran uang di kawasan tersebut mandek. Warga sekitar yang biasanya menggantungkan kebutuhan harian di pasar tersebut kini harus mencari alternatif lain yang lebih jauh.

Garis Polisi Masih Terpasang

Hingga saat ini, garis polisi (police line) masih terpasang mengelilingi area bekas kebakaran. Puing-puing bangunan yang hangus menjadi tontonan warga yang melintas.

Tim berwenang masih melakukan proses pendinginan dan penyelidikan lanjutan di antara sisa-sisa reruntuhan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, sebelumnya menyebutkan bahwa kerugian akibat bencana ini mencapai angka Rp30 miliar. Angka ini menjadi pukulan berat bagi ekonomi daerah di awal tahun 2026.

Baca Juga: Hindari Pick-Up Ngebut, Mobil Damkar Terperosok dalam Perjalanan ke Pasar Seluas

Hilangnya aset senilai puluhan miliar tersebut menuntut langkah pemulihan (recovery) yang cepat dari pemerintah.

Para korban kini menanti kepastian bantuan relokasi sementara atau suntikan modal agar mereka bisa kembali memutar roda ekonomi dan membangun kembali kehidupan pasca-bencana.